Advertisment

Minggu, 04 Agustus 2013

Proses pembakaran motor diesel

Pada motor diesel 4 tak terdapat langkah – langkah :
  • Langkah hisap (suction – stroke)
  • Langkah kompresi (compression – stroke)
  • Langkah usaha ( power stroke)
  • Langkah pembuangan (exhaust stroke)
Cara kerja motor diesel
Langkah hisap (suction stroke)
Piston bergerak dari titik mati atas (TMA) menuju ke titik mati bawah (TMB).
Katup masuk terbuka, katup buang tertutup, karena isapan piston udara murni ke dalam silinder mesin melalui intake manifold katup masuk.

Langkah kompresi (compression stroke)
Piston bergerak dari TMB ke TMA. Kedua katup tertutup.
Udara tadi dikompresikan oleh piston antara 1/12 – 1/16 bagian dari seluruh isi silinder
Kekompresian udara (kepadatan) sampai tekanan tinggi antara 35 – 40 Kg/Cm2.

Langkah kerja (power stroke)
Sedikit sebelum piston mencapai titik mati atas (TMA) panas udara yang dikompresikan / dipampatkan tadi mencapai suhu 500 – 700 derajat celcius, kemudian pada saat yang bersamaan Pengabut (injection nozzle) menyemprotkan bahan bakar solar yang berbentuk kabut dimana sifatnya mudah terbakar. Maka karena panas yang tersedia di dalam silinder yang cukup tinggi segera mengadakan pembakaran terhadap bahan bakar yang dikabutkan oleh pengabut.
Setelah terjadi pembakaran bahan bakar tersebut, maka tekanan gas di dalam silinder naik dengan cepat sampai mencapai tekanan 50 kg/cm2 dan mendorong piston dari titik mati atas (TMA) menuju titik mati bawah (TMB) menghasilkan langkah kerja dari motor tersebut.

Langkah Pembuangan (exhaust Stroke)
  1. katup masuk tertutup, katup buang terbuka.
  2. Piston bergerak dari titik mati bawah (TMB) ke titik  mati atas (TMA), maka sisa - sisa gas pembakaran tadi dibuang melalui katup buang dan diteruskan ke manifold buang dan terus ke knalpot.
Kesimpulan : Motor diesel 4 tak pada setiap 4 kali gerakan piston menghasilkan 1 kali gerakan kerja / tenaga yang berguna bagi motor. Sedangkan yang 3 kali gerakan lainnya tidak menghasilkan kerja / tenaga bagi motor tersebut.
Proses pembakaran motor diesel



Motor diesel 2 tak system pembilasan blower

Pada motor jenis ini dipergunakan blower berfungsi untuk kompresor udara, berguna untuk menghisap udara dan memampatkan udara sebelum masuk ke dalam silinder motor. Blower ini terdiri dari sepasang kipas yang saling bersinggungan rapat satu sam lainnya dalam sebuah kotak. Kipas blower digerakkan atau diputarkan secara langsung oleh poros engkol motor. Udara luar dihisap oleh kipas blower, kemudian didesak ke ruang pengumpul udara ( ruang bilas) yang terdapat pada pinggang silinder motor. Pintu pengumpul udara terbuka dan tertutup oleh gerakan turun dan naiknya piston di dalam silinder motor. Motor ini dilengkapi dengan katup pada kepala silinder, katup ini sebagai katup buang berhubungan dengan saluran pembuangan gas - gas sisa pembakaran.

Prinsip kerja motor diesel 2 tak
Gerakan pertama ( Tak ke - 1 )
Pada akhir dari gerakan kompresi, kedudukan piston telah mendekati titik mati atas ( TMA), pada saat yang bersamaan pengabut ( Injection Nozzle ) menghamburkan bahan bakar berbentuk kabut ke dalam udara yang sedang dikompresikan / dipadatkan oleh piston yang memiliki suhu cukup tinggi sampai 500 - 700 derajat celcius. Bagian - bagian yang halus dari bahan bakar yang dihamburkan itu akan mengambil panas itu, selanjutnya bahan bakar menguap dan membentuk gas dan selanjutnya bahan bakar yang berbentuk gas menyala dan terbakar habis.

Terbakarnya bahan bakar itu timbullah panas yang tinggi dan panas yang tinggi mempunyai tekanan sangat tinggi sampai 50 kg/cm2. Tekanan panas itu menekan piston bergerak turun ke bawah, sehingga piston menggerakkan batang pemutar dan batang pemutar memutarkan poros engkol mesin tersebut. Gerakan ini dinamakan gerakan kerja motor.

Sebelum piston mencapai pintu pengumpul udara, katup buang terbuka maka sisa - sisa gas pembakaran keluar menuju saluran buang. Setelah piston mencapai pintu pengumpul udara yaitu kedudukan piston pada titik mati bawah (TMB), maka udara yang bertekanan dari ruang - ruang pengumpul udara akan masuk ke dalam silinder sambil mendesak gas - gas sisa pembakaran keluar dari katup buang, maka proses ini disebut proses pembilasan ( scavenging).

Gerakan yang kedua ( Tak ke - 2)
Setelah piston melampui titik mati bawah (TMB) dan mulai piston bergerak dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA) Pemasukan udara segar dari blower ke dalam silinder dan pengeluaran sisa - sisa gas pembakaran dari ruang silinder berlangsung terus sampai piston di bagian atas menutup pintu bilas ( ruang pengumpul udara) dan berikutnya piston menutup katup buang dan saluran buang. Setelah pintu bila dan pintu buang tertutup, maka dimulailah gerakan kompresi.

Udara - udara yang telah memasuki ruangan silinder mulai dikompresikan sehingga mencapai suhu 500 - 600 derajat celcius dengan tekanan 40 kg/cm2. Sedikit sebelum piston mencapai titik mati atas (TMA) pada saat yang bersamaan pengabut (Injection Nozzle) menyemprotkan bahan bakar dalam bentuk kabut ke dalam udara yang bertemperatur tinggi sehingga terjadilah pembakaran bahan bakar tersebut. Demikianlah proses tersebut terjadi secara berulang - ulang.
Proses pembakaran motor diesel


Motor diesel 2 tak diproduksi oleh General Motor yang banyak digunakan pada Tractor Allis Chamers.
Ciri - ciri khas dari motor diesel 2 tak
  • tidak terdapat katup - katup, hanya mempunyai sebuah katup berguna untuk katup buang.
  • Pada dinding silinder hanya terdapat pintu bilas, pintu bilas mengambil hubungan dengan kompresor udara.
  • Hanya dalam waktu singkat dipakai untuk mengisi dan gerakan buang.
Perbeadaan motor diesel 4 tak dan 2 tak
 Motor diesel 4 tak
  1. Konstruksi bangunan motor sederhana
  2. Menggunakan katup 
  3. Suara putaran motor berdesas - desas
  4. Cara pemakaian bahan bakar biasa.
Motor diesel 2 tak
  1. Konstruksi ruwet (memakai blower).
  2. Umumnya tidak
  3. Tidak berdesas / pendek - pendek
  4. Pakai pompa blower
Keuntungan motor diesel 2 tak dengan motor diesel 4 tak
  1. Daya tenaga motor diesel 2 tak lebih besar.
  2. Pada ukuran silinder dan putaran yang sama teoritis motor diesel 2 tak dayanya : 2 x motor diesel 4 tak.
Kerugian motor diesel 2 tak dibanding motor diesel 4 tak
  1. Pemasukan udara murni pada sebagian langkah piston 
  2. Motor diesel 2 tak lebih cepat panas
  3. Konstruksi motor diesel 2 tak lebih ruwet   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar