Advertisment

Kamis, 18 Juli 2013

Dinamo pada Mobil

Dinamo adalah pembangkit listrisk arus searah ( DC). Timbulnya arus listrk tersebut adalah pada saat lilitan jangkar berputar. Putaran lilitan jangkar dinamo terjadi apabila motor dihidupkan sehingga dengan melalui sabuk yang dihubungkan dengan puli dan kipas pendingin dekat radiator dinamo dapat berputar. Oleh karena itu ketegangan dan keadaan sabuk tersebut sangat mempengaruhi arus listrik yang dihasilkannya. Sabuk yang terlalu kendor akan mengakibatkan perpindahan putarannya tidak baik sehingga putaran dinamo tidak seperti yang diharapkan.Karena itu arus listrik yang dihasilkan juga kurang. Sabuk yang terlalu tegang berakibat bantalan poros - poros yang berputar cepat aus dan sabuk cepat putus. Sabuk yang sudah aus sekali mengakibatkan mudah selip. Akibatnya, disamping panas, perpindahannya juga kurang baik.

Sabuk penggerak dinamo harus sering diperiksa, baik keadaannya maupun ketegangannya. Ketegangan sabuk untuk tiap motor tidak sama. Untuk penyetelan ketegangan sabuk penggerak dinamo sebaiknya dilakukan menurut ketentuan pada buku pedoman servisnya. Ketegangan sabuk makin lama akan makin berkurang karena keadaan sabuk yang sudah aus dan bertambah panjang. Untuk itu sabuk penggerak dinamo perlu diganti.

Bagian -bagian utama dari unit dinamo adalah kumparan medan, sikat - sikat, jangkar, dan inti besi. Besarnya arus listrik yang dihasilkan dinamo tergantung besarnya kemagnetan yang timbul pada inti besi dan kecepatan putar jangkar. Kecepatan putar jangkar tergantung pada kecepatan putar motor. Semakin tinggi putaran motor berarti semakin tinggi pula putaran jangkar sehingga semakin besar pula arus listrik yang dihasilkan. Bila dinamo berputar pada putaran yang tinggi secara terus menerus maka arus yang dihasilkan sangat besar dan arus yang akan mengalir ke baterai serta alat - alat listrik lainnya. Dalam keadaan seperti ini dinamo akan cepat rusak. Pada putaran rendah arus listrik yang dihasilkan dinamo kecil sehingga arus listrik mengalir dari baterai ke dinamo.

Demikian pula pada saat motor tidak bekerja. Untuk mencegah terjadinya arus balik tersebut maka sistem ini dilengkapi dengan cut out relay yang merupakan bagian regulator.

Ada tiga relay pada regulatornya. Selain cut out ada voltage regulator dan pembatas arus. Voltage regulator berfungsi untuk mengatur tegangan listrik yang dibangkitkan supaya tetap. Sedangkan fungsi dari pembatas arus adalah untuk membatasi arus listrik yang berkelebihan dari dinamo.

Gangguan pada dinamo yang sering terjadi adalah pengisian arus listrik ke baterai turun atau tidak mengisi sama sekali. Hal ini antara lain disebabkan oleh borstel atau sikat yang sudah aus sekali, komutator sangat kotor sehingga aliran arus terhambat, kumparan jangkar yang longgar, dan terjadinya hubung singkat dengan massa juga akan mengganggu pengisian listrik ke baterai. Untuk memperbaiki kumparan yang longgar dibutuhkan keahlian khusus. Jika gangguan pada kumparan hanya karena terminal kumparan yang lepas dari sambunganya maka dapat diperbaiki sendiri dengan cara disolder.

Sikat - sikat atau komutator yang cepat aus harus dicari penyebabnya. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh :

  1. Jenis sikat yang jelek
  2. Kedudukan sikat salah
  3. Getaran yang keras
  4. Beban yang berlebihan
  5. Udara pendingin yang lembab atau mengandung zat - zat perusak.
Pemeriksaan dan perawatan:
  1. Lepas dinamo dari dudukannya
  2. Bersihkan bagian luar dinamo dengan kain dan udara semprot
  3. Bongkar bagian - bagian dinamo. Perhatikan dengan teliti komponen - komponennya.
  4. Periksa keadaan sikat - sikatnya. Sikat  -sikat harus dibersihkan sampai bersih dan dapat bergerak bebas pada rumahnya. Jika pada sikat timbul bunga api saat dinamo bekerja,  hal ini disebabkan oleh kedudukan sikat yang salah atau kontak antara sikat dengan komutator tidak baik. Untuk itu bersihkan sikat - sikat tersebut dan ratakan mika komutator jika mika tersebut menonjol keluar.
  5. Periksa keadaan komutatornya. Bersihkan alur - alur komutator. Jika komutator harus dibubut atau digerinda maka lapisan - lapisan mika antara lamel - lamel komutator harus difrais sehingga kedalaman alur - alur komutator kira - kira sama dengan lebarnya.
  6. Periksa keadaan kumparan jangkar dari kemungkinan putus atau terkelupas sehingga terjadi hubungan singkat. Hubungan singkat antara kumparan jangkar atau komutator dan lamel - lamel besi dari rotor dapat diperiksa dengan pengukur tahanan. Tahanan antara dua lamel dapat diperiksa dengan pengukur tahanan. Tahanan antara dua lamel komutator yang berdekatan harus, sama. Kalau dalam kumparan jangkar terjadi hubung singkat maka tahanannya akan sangat kecil mendekati nol.
  7. Bersihkan komponen - komponen yang lain
  8. Rakit kembali komponen - komponen dinamo tersebut dengan teliti dan pasang pada dudukannya semula.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar