Advertisment

Sabtu, 29 Juni 2013

Pengukur Tekanan Oli

Tekanan oli pada sistem pelumas sangat penting. Tekanan yang rendah menyebabkan sistem pelumasan tidak berjalan dengan baik. Bagian - bagian yang sempit tidak dapat terlumasi, karena oli tidak dapat menembus bagian - bagian tersebut. Tekanan oli yang rendah disebabkan karenanya kurang oli pada sistem pelumasan. Jika tekanan oli pada sistem pelumasan turun maka harus segera ditambahkan jumlah olinya. Apabila terlambat maka bagian - bagian yang bergerak akan cepat panas dan aus. Oleh karena itu tekanan oli setiap saat harus diketahui dengan mudah. Untuk pada setiap mobil dilengkapi dengan alat pengukur tekanan oli.

Ada bermacam - macam pengukur tekanan oli, yaitu manometer Burdon, bimetal dan lampu. Yang saat ini banyak digunakan adalah bimetal dan lampu. Pada alat ukur tekanan oli dengan bimetal, jika tekanan oli rendah karena motor belum dihidupkan maka diafragma tidak cukup kuat menekan titik kontak pemutus sehingga hubungan kontak pemutus cepat membuka. Akibatnya bimetal pada panel instrumen hanya memuai sedikit saja. Jarum penunjuk tekanan oli bergerak terlalu jauh. Keadaan ini akan sama dengan jika tekanan oli rendah karena jumlah oli kurang. Tekanan oli yang rendah akan menekan diafragma sedikit saja sehingga kontak pemutus berhubungan tidak terlalu kuat. Akibatna bimetal pada kontak pemutus cepat membuka sehingga arus yang mengalir tidak cukup besar untuk memuaikan bimetal pada panel instrumen. Bimetal pada panel instrumen memuai sedikit dan jarum penunjuk bergerak sedikit pula.
Pengukur Tekanan Oli

Pengukur Tekanan Oli


Apabila tekanan oli pada sistem pelumasan tinggi maka diafragma akan tertekan kuat dan diafragma menekan kontak pemutus dengan kuat pula. Karena tekanan pada kontak pemutus kuat maka waktu yang dibutuhkan sampai kontak pemutus terbuka oleh pemuaian bimetal bertambah lama. Arus yang mengalir bertambah besar sehingga bimetal pada panel instrumen menerima panas lebih lama dan pemuaiannya lebih panjang. Akibatnya jarum penunjuk tekanan oli bergerak lebih jauh. Jika dalam keadaan ini motor dimatikan maka tekanan oli akan turun dan jarum kembali pada posisi semula.

Pada alat ukur tekanan oli dengan lampu, jika tekanan oli rendah maka lampu akan menyala. Hal ini disebabkan kontak pemutus yang menutup. Arus listrik mengalir dari baterai ke massa lewat lampu. Jika tekanan oli cukup tinggi maka diafragma akan tertekan sehingga kontak pemutus membuka. Arus dari baterai tidak dapat mengalir ke massa karena hubungan terputus dan lampu tidak menyala.

Gangguan pada alat ukur tekanan oli adalah terhambatnya aliran listrik dari baterai ke massa. Hambatan tersebut karena kontak pemutus kotor atau sambungan kabelnya longgar. Akibat dari arus listrik yang terhambat maka penunjukkan jarum pengukur tidak tepat. Untuk mencegah hal ini maka permukaan kontak pemutus harus bersih dan sambungan kabel - kabelnya harus baik. Lampu mati, diafragma rusa dan bagian - bagian yang bergerak yang kotor juga dapa menjadi penyebab terjadinya gangguan pada alat ukur tekanan oli. Bagian - bagian yang bergerak jika perlu dilumasi agar gerakannya menjadi lebih ringan.

Pemeriksaan dan perawatan:

  1. Lepas unit pengukur tekanan oli dari dudukkannya.
  2. Periksa keadaan kontak pemutusnya dari kemungkinan berkarat atau kotor permukaannya. Jika permukaan kontak pemutus kotor atau berkarat, bersihkan dengan ampelas.
  3. Periksa sambungan kabel - kabelnya, mungkin longgar atau putus. Sambungan kabel yang longgar harus segera diperbaiki karena menghambat arus listrik sehingga penunjukkan menjadi tidak tepat.
  4. Periksa bagian - bagian yang bergerak, mungkin kotor atau berkarat. Bersihkan dengan kain atau ampelas bagian tersebut.
  5. Periksa lampu kontrolnya, mungkin putus atau dudukkannya berkarat. Dudukan lampu harus bersih dan lampu harus tepat pada dudukkannya, tidak boleh miring. Daya lampu harus sesuai dengan ketentuan, tidak boleh lebih besar atau lebih kecil. Jika daya lampu lebih besar maka nyala lampu kurang terang. Jika daya lampu lebih kecil, maka lampu akan cepat putus.
  6. Periksa sekeringnya, mungkin putus atau tidak sesuai degan ketentuannya. Amper sekering tidak boleh lebih besar atau lebih kecil dari ketentuan. JIka lebih besar alat pengukurnya cepat rusak. Jika amper sekring lebih kecil dari ketentuan berarti arus yang mengalir lebih kecil dari kebutuhan alat - alata tersebut. Akibatnya keraja alat kurang baik.
  7. Rakit unit alat pengukur tekanan oli dan pasang kembali pada dudukkannya semuala. 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar