Advertisment

Selasa, 17 Juli 2012

Sistem Pelumasan


Sistem Pelumasan
Mengingat akibat – akibat merugikan yang disebabkan oleh gesekan antara bagian – bagian mesin, terutama antara torak dengan dinding silinder, maka diperlukan bahan pencegah. Dalam hal ini minyak pelumas atau lebih sering disebut oli dapat berfungsi sebagai pencegah keausan. Fungsi minyak pelumas secara keseluruhan ialah untuk mencegah atau mengurangi:
  • Gesekan
  • Persentuhan bidang kerja
  • Pemanasan yang berlebihan
  • Keausan
  • Karatan
  • Pengedapan kotoran
Pelumasan yang teratur dan selalu memperhatikan mutu minyak pelumas dapat memperpanjang usia motor bakar terhadap kerusakan , karena terhindar dari:
  • Keausan silinder
  • Terbakarnya bantalan
  • Pengotoran busi
  • Kemacetan cincin torak
  • Pelumpuran
  • Deposit
  • Pemborosan bahan bakar
Karena itu fungsi pelumasan meliputi pekerjaan sebagai berikut:
  1. Melumas bagian – bagian yang bergerak untuk mengurangi keausan dan kerugian daya gesek.
  2. Meredam kejutan antara bantalan dan bidang – bidang lumas lainnya sehingga mengurangi kebisingan suara motor dan memperpanjang usia motor.
  3. Menyumbat baik rongga – rongga yang terdapat antara cincin – cincin torak dan dinding silinder.
  4. Membantu mendinginkan mesin dengan menghanyutkan panas yang timbul akibat gesekan.
  5. Membantu membersihkan bidang – bidang lumas dengan jalan menghanyutkan abu atau pasir – pasir akibat gesekan.
Bagian – bagian terpenting dari motor bakar yang membutuhkan pelumasan ialah:
  1. Dinding silinder dan torak
  2. Bantalan poros engkol dan batang penggerak
  3. Bantalan poros kam
  4. Mekanisme katup
  5. Pena poros
  6. Kipas angin
  7. Pompa
  8. Mekanisme pengapian
  9. Dan sebagainya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar